Editorial

Home >> Editorial

 

Pimpinan Redaksi : DR.H. Suprawito, MSi

ASISTEN Redaksi : Sulton Najib AL Kudsi

DR.H.Suprawito,MSi

 

Suprawito lahir di Ponorogo tanggal 18 Agustus 1941, anak ke-empat dari 7(tujuh) bersaudara. Ayahnya bernama Aroeman Prilodihardjo (Alm) adalah seorang Kepala Sekolah Rakyat (sekarang SDN) lulusan Normals School yang berwatak keras dan disiplin tinggi, menikah dengan Sujati (Alm) yang mempunyai sifat lembut dan sabar.

Suprawito menikah dengan  Loeky Djenghartingsih, telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak dan 4 (empat) orang cucu, yaitu :

  1. Ir.Yoga Neviantoro M.Par (Alm), Alumni S2 Program Study Pariwisata, di Unversitas Udayana, Bali
  2. Drg.Marina Nevitawati, sekarang mengikuti suaminya yang bekerja di Motorolla Adelaide, Australia.
  3. Letnan Kolonel Laut Pelaut Guruh Dwiyudhanto, Alumni Program Study S1 di STTAL Jakarta dan sedang mengambil Program Study Transportasi Laut di STMT Trisakti Jakarta.

Ketiganya telah menikah. Adapun penggilan nama Nevi, Marina dan Yudha memiliki arti prajurit marinir TNI AL, sebagai rasa bangga terhadap Marinir/TNI AL.

  1. Kakak pertamanya dr Herry Sumantri , jabatan terakhir adalah Staf Ahli Menko Kesra
  2. Kakak keduanya Sri Subekti (almarhum) diperisteri Mayor Angkatan Darat.
  3. Kakak Ketiganya Kunartho SH (almarhum) jabatan terakhir Staf Pengawasan pada Kantor Wapres dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila
  4. Adik pertamanya Sri Hartati menikah dengan Letkol TNI AL
  5. Adik keduanya Dr Ir Tjuk Sukardiman M.Si, jabatan terakhir adalah Dirjen Perhubungan Laut.
  6. Adik ketiganya (bungsu) Dr.Ir. Luluk Sumiarso M.Si .sekarang ini menjabat Staf Ahli Menteri  ESDM, setelah sebelumnya menjabat Dirjen Listrik , Sekjen  dan Dirjen Migas,Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

 

Jenjang Pendidikan dan Perjalanan Karier

1.Tahun 1961 s.d 1965, mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Laut, sebuah Lembaga Pendidikan Perwira, yang merupakan persemaian pembinaan sikap disiplin, kerjasama, solidaritas serta kebanggaan korps yang tinggi . Menjelang selesai AAL mengikuti tes Penerbang, lulus dan siap berangkat ke Luar Negeri. Namun hubungan diplomasi dengan Uni Soviet memburuk, sehingga batal ke luar negeri. Impian untuk menerbangkan Pesawat TNI AL, tidak pernah menjadi kenyataan sampai purna tugas. 

2..Pada akhir tahun 1965 sd tahun 1996, dengan pangkat Letda menjabat sebagai Komandan Peleton Yonif 2 Marinir, ikut dalam Operasi Penumpasan G 30 S/PKI, di Jkarta dan Jawa Tengah,  mendapatkan Satya Lencana Penegak dari Presiden RI.

3.Tahun 1968 s.d 1970 dengan pangkat letnan satu, menjabat sebagai Perwira Seksi Keamanan dan Hubungan Masyarakat di Pusat Latihan Tempur Marinir, Baluran.Situbondo Jawa Timur. Karena keinginnnya agar Marinir TNI AL dicintai masyarakat, diluar tugasnya Suprawito mendirikan organisasi olahraga, kesenian, pengajian, membuat radio pemancar, dan mendirikan SMP Marinir, dimana Suprawito menjadi Kepala Sekolahnya, murid-muridnya memiliki disiplin lebih baik dari SMP Negeri.

4.Pada tahun 1970 s.d 1971 menjabat sebagai Kepala Seksi Penerangan Pusat Pendidikan Marinir di Surabaya. Sering mengadakan pameran untuk menyosialisasikan TNI AL agar lebih dicintai masyarakat. Mendirikan Andalan Cabang Pramuka Cinta Bahari, yang berawal dari 13 (tiga belas) orang berkembang  menjadi lebih dari 5000 (lima ribu) orang

5.Masih berpangkat Letnan Satu, pada tahun 19 71 s.d 1972 menjabat sebagai Pejabat Kepala Bagian Penerangan Korps Marinir di Jakarta., suatu jabatan yang mestinya dijabat oleh perwira menengah yang berpangkat mayor.

6.Tahun 1972 s.d 1974 menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Ilmu Pelayaran di Jakarta. Taruna yang semula disiplinnya sangat rendah, dibina  dengan menerapkan sistiem pendidikan di AAL, yaitu menanamkan disiplin, kebanggaan Korps dan Kehormatan Taruna, menimbulkan reaksi keras dari para Taruna. Terlihat tulisan di pohon-pohon, Suprawito diktator, AIP bukan ABRI dan lain-lain. Ketika Suprawito menjabat Walikota, tahun 1991 sd 1997, menghadaplah para Alumni AIP, yang rata-rata telah menjadi Capten Kapal Niaga, ingin mengadakan acara temu kangen, hanya ingin mengucapkan terima kasih, atas bimbingan selama di AIP, karena apa yang pernah mereka alami, diterapkan di tempat tugasnya dan sukses sebagai pejabat yang disiplin, berwibawa dan di cintai anak buah

7.Tahun 1973 s.d 1974, mengikutii Pendidikan Lanjutan Perwira II (DIKLAPA II), setelah selesai ditempatkan di Bataliyon 2 Marinir, dan pada akhir Desember 1975 s.d awal Januari 1977 (selama 13) bulan, bertugas ke Timor Timur. Sebagai perwujudan dari doktrin bahwa  Marinir adalah tentara rakyat, terlihat ketika banyak penduduk sipil Timor Timur yang menyerah ke sektor yang dikuasai Marinir dan diperlakukan sangat baik oleh prajurit-prajurit Marinir. Ransum makanan yang menjadi miliknya, diberikan kepada rakyat, sementara satuan TNI lain, meminta dukungan logistik dari rakyat. Dari tugas ini Suprawito mendapat Satya Lencana Seroja dari Men Hankam/Pangab.

8.Kembali dari Operasi Seroja di Timor Timur, menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon 2 Marinir di Jakarta, Selanjutnya pada tahun 1979, mengikuti Pendidikan di Sekolah Staf dan Komando  (SESKOAL). Selesai mengikuti SESKOAL 1979, menjabat sebagai Perwira Bagian Program Staf Operasi Korps Marinir

9.Tahun1983 menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, yang merupakan karier terakhir di organisasi militer

10.Pada tahun 1985,  melaksanakan tugas Dwi Fungsi ABRI, sebagai Kepala Kantor Sosial Politik Jakarta Utara. Kantor Sospol, yang terkesan menjadi tempat pembuangan PNS yang malas, sehingga tidak diminati, dibina menjadi organisasi yang dekat dengan masyarakat. Saat menjabat sebagai Ka Kan Sospol, berhasil menyukseskan Pemilu 1987.Penduduk Jakarta Utara yang bertemparamen keras yang diprediksikan banyak timbul kekerasan saat PEMILU, ternyata menjadi wilayah yang paling aman.

11.Ketika kondisi Korp Pegawai Republik Indonesi (KORPRI)  DKI Jakarta sangat parah disiplinnya, dimana kantor Sekreariat dijadikan tempat main kartu domino dsb, Suprawito ditugasi menjadi Sekretaris KORPRI DKI Jakarta, untuk membenahinya. Anekdot KORPRI sangkatan dari K0Rps PRIhatin atau KORban PRIntah, berubah menjadi Korpri yang bisa dibanggakan, melalui kegiatan Pendidikan Kepribadian, Etiket, Keprotokolan dll.

12.Pada 5 Maret 1991, Suprawito dilantik menjadi Walikota Jakarta Utara,  jabatan yang tidak pernah diimpikan sebelumnya. Pada sore harinya, ibunda tercinta yang setiap malam mendoakan dirinya agar bisa menjadi Walikota, wafat di Rumah Sakit PELNI.

13.Banyak yang meragukan, apakah Suprawito yang sangat feminin dan banyak canda (terlihat tidak pernah serius) itu bisa bertindak tegas dalam menata Jakarta Utara yang merupakan miniatur bangsa Indonesia yang multi enik (multi kultural) dan sering tawuran antar etnis tersebut?

a.Ketika Walikota pendahulunya seorang Kolonel Marinir (kini Almarhum) yang diterjunkan langsung dari pasukan tempur,  melihat Pegawai Negari Sipil tidak disiplin, langsung semua pegawai Negeri Sipil Walikota Jakarta Utara diperintahkan latihan baris-berbaris. Banyak komentar yang tidak disampaikan, menggerutu dengan komentar “PNS kan bukan ABRI”. Maka ketitika Suprawito menjadi Walikota, kegiatan pertama bukan memerintahkan baris berbaris,tetapi membeli seperangkat alat band, mengadakan kegiatan pentas musik, dengan diberi nama PRIMADONA, singkatan dari KorPRI BergeMA Dalam Olah Raga dan NAda, dimana yang menjadi MC dan berbicara adalah pelawak Us Us yang mengatakan, bahwa disiplin bukanlah milik ABRI saja, tetapi milik semua anggota masyarakat. Sopir taksi di Negara maju lebih disiplin dari ABRI.

b.Dalam menata Jakarta Utara Suprawito menggunakan motto “TIAS” singkatan dari Tertib Indah Aman dan Sejahtera. Selama enam tahun tujuh bulan,  Suprawito berhasil merubah Jakarta Utara, dari Kota Terjorok menjadi Kota Adipura. Pada tahun 1995 Suprawito mendapatkan Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta Utara sebagai Walikota terbaik se-DKI Jakarta. Pada tahun 1996 dan 1997 Jakarta Utara mendapatkan Penghargaan Piala Adipura dari Presiden RI.

c.Dalam kapasitasnya sebagai Walikota, Suprawito mendapat berbagai Penghargaan berupa Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI pada tahun 1995,

d.Dari beberapa  Menteri antara lain

1)Tanda Penghargaan  Jasa Bhakti Koperasi dari Menteri Koperasi pada tahun 1994. 2)Manggala Karya Kencana dari Menteri Negara Kependudukan pada tahun 1995.3)Kesatria Bhakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan pada tahun1996.

d. Dari Gubernur antara lain :

1) Sebagai Walikotamadya terbaik DKI JakartaKarya “Praja Utama Nugraha” dari Gubemur KDKl Jakarta pada tahun 1995

2)Penghargaan sebagai Ketua PPD Tingkat II Jakarta Utara dari Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada tahun 1997.

e. Penghargaan dari organisasi kemasyarakatan/profesi antara lain

1).Bintang Legium Veteran RI dari Pimpinan Pusat Legium Veteran pada tahun 1993.

2).Mendali Emas dari PWI Jaya pada tahun 1997

 

5).Seminar .Study Banding dan Kunjungan Kerja:

a. Pada tanggal 12-17 Juni 1993 mengikuti Seminar Perkotaan ” 31st World Conggress of The International Union Of  Local Autthorities (IULA) di Toronto Kanada.

b.Pada tanggal 18 -19 Juni 1993, memenuhi undangan  Martin L.Millspaugh, Wakil Direktur The Enterprise International Development Company, dilanjutkan mengunjungi Washington DC

c.Pada Desember 1997, study banding ke kota  San Antonio, dilanjutkan kunjungan  Los Angeles dan California  ,

d.Mengikuti Infrastructure 93, Conference for Local Government and Local Authorities pada tanggal 4-8 Oktober 1993 di.Melbourne,

e.Pada tanggal 9 Oktober 1993 Diterima Duta Besar RI di Canberra,

f.Pada tangal 11 Oktober 1993, diterima Pimpinan Proyek Olimpiade 2000 di Sidney

g.Pada tanggal 8-10 Agustus 1994, mengikuti South East Asian Seminar on The Management of Coastal Cities and Towns di  Kota Pattaya, Thailand, dilanjutkan kunjungan ke Bangkok

h.Study Banding ke Basing Stoke, Oxford dan London Inggris, Amsterdam, Roterdam dan Den Hag Negeri Belanda  mengunjungi Brussel Belgia.

i.Mengikuti Konggres`IULA di Istambul Turki

j.Mengikuti Seminar Tokyotentang  diteruskan kunjungan ke Seoul, Hongkong, , Kuala Lumpur dan Singapore.

 

Kalau semua tadi dianggap sebagai suatu keberhasilan,  hakekatnya adalah karena keyakinan Suprawito, bahwa dengan menerapkan Sistem Komunikasi Militer yang dipadukan/dikemas dengan Gaya Komunikasi Pamong, akan menghasilkan masyarakat yang memiliki disiplin, kebersamaan, kerjasama  dan memiliki jatidiri yang kuat tanpa meninggalkan kesan demokratis, persuasif dan simpaty/empaty.

12.Selesai menjabat Walikota, tahun (1998) diangkat menjadi Sekretaris Jendral Badan Kerjasama Antar Kota Seluruh Indonesia ( BKS AKSI) . Pada tahun ini terjadi tragedi Mei 1998 (lengsernya Presiden RI Soeharto); dada Suprawito merasa terkoyak dan hati terasa tersayat ketika menyaksikan demonstrasi besar-besaran menuntut lengsernya preseiden dengan yel-yel dengan memelesetkan syair-syair mars ABRI seperti: Angkatan bersenjata RI, bubarkan saja, tak ada gunanya, membuat bangsa dan negara sengsara. Namun Suprawito melihat para mahasiswa mengalungkan karangan bunga kepada prajurit Marinir TNI AL, sebagaimana lagu “sepasang mata bola, lindungi aku PAHLAWAN DARI SI ANGKARA MURKA” di Salemba dan di gedung DPR/MPR.

13. 8 Agustus 1998 sd 18 Agustus 2001 menjabat Sekretaris Direktorat Jendral  Seni Budaya) pada Departemen Pariwisata dan Seni Budaya (Parsenibud)

14.Pada tahun 2000 sd 2001 menjabat Assisten Deputy Seni Tardisional. Departemen yang semula sepi dengan kegiatan seni budaya, dirubah oleh Suprawito menjadi Departemen yang tiada hari tanpa seni budaya dengan mengumpulkan para seniman untuk bersinergi dengan program Departemen.

Ketika para artis menyatakan kekecewaannya karena tidak mendapatkan penghargaan sepantasnya dari pemerintah sebagaimana penghargaan yang diberikan kepada para olahragawan, maka Suprawito merancang suatu prosesi (acara) pemberian penghargaan kepada para artis yang memiliki prestasi Internasional. Diantaranya Cristine Hakim sempat menangis haru di depan publik,karena baru kali inilah mendapatkan penghargaan resmi dari Pemerintah dengan diiringi prosesi yang megah.

15.Saat menjabat Set Ditjen inilah,.pada April 2000, ditugasi memimpin delegasi Seni Budaya RI, dalam rangka Spring Festival di Piyongyang, Dari Pyongyang singgah di Beijing diterima  Duta Besar RI di Beijing, sempat mengunjungi keajaiban Tembok China.

Pada periode ini pula, terjadi peristiwa demonstrasi (sidang istimewa MPR), dimana para mahasiswa kembali menduduki gedung MPR/DPR. Ketika satuan lain tidak berhasil memindahkan para mahasiswa keluar dari gedung MPR/DPR, hanya dengan permintaan dari para Prajurit Marinirlah para mahasiswa tersebut bersedia  ditarik dari gedung MPR/DPR ke Universitas Atmajaya.

16.Pada tahun 1999, Suprawito mengikuti kuliah di Pasca Sarjana Universitas Indonesia Bidang Kajian Ilmu Komunikasi.Disela-sela kesibukannya mengikuti Program Pascasarjana di Universitas Indonesia., ternyata  Dunia Kampus mampu merubah perilaku Suprawito.

Apabila biasanya selesai tugas di Jogya digunakan untuk santai bermalam menikmati kota seni budaya tersebut, begitu mengikuti kuliah, perilaku  berubah dengan selalu memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk membeli tiket pesawat ke Jakarta agar dapat bisa selalu mengikuti perkuliahan yang dilaksanakan setiap hari mulai dari jam 18.30 s.d 21.00. Program S-2 di Universitas Indonesia ini diselesaikan dalam tempo enam semester/tiga tahun (lulus tahun 2002) Tahun 2003 pada saat Suprawito menjadi dosen komunikasi di Universitas Jayabaya mendapakan motivasi dari Prof. Dr. H. R. Soemantri  S.H (Rektor Jayabaya) dan Prof. Nina W. Syam, Guru Besar Komunikasi Universitas Padjadjaran agar mengikuti Program Doktor di UNPAD. Pada bulan Agustus 2003 mulai mengikuti kuliah Matrikulasi dibumi Sekelowa Bandung.Disana Suprawito memiliki  perjalanan hidup yang sungguh sangat mengesankan. Mengingat kejadian-kejadian pada saat reformasi terpeciklah dalam hati untuk meneliti ADA APA DENGAN TNI ? Jasa-jasa ABRI yang sangat besar, berkorban demi bangsa dan negara seakan pupus oleh tuntutan pencabutan Dwifungsi ABRI yang memang baik dalam segi ide, tetapi berlebihan dalam implementasinya. Padahal banyak hal-hal yang baik tentang ABRI/TNI antara lain mantapnya komunikasi intra dan antarbudaya dilingkungan TNI dalam membentuk kepribadiannya terutama dilingkungan TNI AL dimana Suprawito telah mengabdikan diri selama lebih dari 30 tahun. Pengamatan terhadap fenomena ini, oleh Suprawito diwujudkannya dalam suatu karya ilmiah (disertasi) yang berjudul KOMUNIKASI INTRA DAN ANTARBUDAYA DALAM MEMBENTUK KEPRBADIAAN TNI.Suatu Study di lingkungan TNI AL dan pada tahun 2008 telah dibuat bku dengan judul KEPRIBADIAN TNI AL, Perspektif Komunikasi Intra dan Antar Budaya. Selama kuliah Di UNPAD, pada tahun 2003 mengunjungi Perth , tahun 2005 dan 2006 dalam rombongan  S3 Kajian Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana UNPAD, mengadakan Study Banding di Universitas Flinders Adelaide, dan Universitas Sweanburn Melbourne,   mengunjungi Brisbane dan Gold Coast Auatralia.

15.Pada tahun 2006 Suprawito diangkat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda. Karena cintanya kepada disiplin Ilmu Komunikasi, berusaha agar hasil penerimaan mahasiswa baru tidak mengecewakan. Sebanyak 39 mahasiswa FIKOM dididik dengan penuh kecintaan, kasih sayang, agar menjadi mahasiswa FIKOM yang memiliki kepribadian Prima. Kecintaan kepada Dunia Pendidikan ini, diperluas ketika FSIP dan FIKOM digabung menjadi FISIKOM.dan Suprawito diangkat sebagai Dekannya pada  2007. Pada tahun 2007 pula, mengunjungi Jeddah, Mekah  dan Medinah dalam rangka Umroh bersama keluarga.

16.Pada tanggal 8 Nopember 2007 samapi sekarang diangkat menjadi Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Pancasila.

17.Pada tahun 2009 mencalonkan diri untuk menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta dan terpilih, menunggu pelantikan tgl 25 Agustus 2009 yang akan datang.

Pendidikan Militer:

  1. Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1961-1965
  2.  Sekolah Dasar Perwira Korp Komando (SEDASPAKO) tahun1996
  3. Sekolah Roket dan Peluru Kendali Angkatan Laut (SEROPKAL) tahun1997
  4. Pendidikan Lanjutan Perwira (DIKLAPA) II tahun 1974-1975
  5. Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (SESKOAL) tahun 1978,197
  6. Pendidikan/Kursus-kursus Lain:

a.Kursus Pembinaan Sosial Politik ABRI di Pusat Pendidikan Intelejen TNI di Bogor.

b.Penataran Kewaspadaan Nasional Di Depdagri

c.Penataran Managenmen Pemerintahan di Depdagri.

d.Penataran P4 tingkat DKI Jakarta dan Nasional

e.Penyegaran P4 eselon  II di BP7 Pusat.

 

Selain itu Suprawito  juga aktif dalam berbagai kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan , dan Ilmiah lainnya.Jabatan yang pernah dipangkunya antara lain adalah  sebagai::

1.Ketua Dewan Pembina KORPRI Jakarta Utara.

2.Ketua Dewan Penasehat GOLKAR Jakarta Utara.

3.Pembina LKMD/LSM Jakarta Utara.

4..Wakil Ketua Bid. Organisasi PENGDA PELTI DKI Jakarta.

5.Direktur Kompetisi Laga Utama (Silatama) PP PTMSI .

6.Ketua Umum Pengda PTMSI DKI Jakarta.

7.Ka. Mabicab PRAMUKA Jakarta Utara.

8.Ketua Umum KONI Jakarta Utara.

9.Kepala Departemen Pembinaan Mental Kejuangan dan Budaya DPP PEPABRI .

10.Ketua Bidang Olah Raga Seni Budaya dan Rekreasi WREDATAMA DKI JAKARTA.

11. Ketua Bidang Komunitas Gelora Seni Bahari, Badan Kontak Purnawiwaran TNI AL (BKPAL).

12. Ketua Harian Perkumpulan Pecinta Tanaman Seluruh Indonesia.

13. Ketua Asosiasi Wisata Agro Indonesia Wilayah DKI Jakarta.

15. Ketua Dewan Penasehat KADIN Jakarta Utara.

16. Kepala SMP Marinir Situbondo.

17. Pembina Yayasan  DIKANTARA.

18. Ketua Komite Sekolah SMAN 45 Jakarta Utara

19.Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)

20.Ketua Umum Badan Veteran Tenis Indonesia (BAVETI)

21.Ketua Dewan Penasehat Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Propinsi (Dekopinwil) DKI Jakarta

22.Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda)Jakarta Utara.

23. Mengajar di berbagai Perguruan tinggi,antara lain:

     a.Dosen FIKOM Universitas Jayabaya mengajar mata kuliah:

        1).Human Relation

        2).Retorika & Public Speaking

        3). Public Relations

      b.Dosen FISIP Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN”. Mengajar mata Kuliah

         1).Komunikasi antar Pribadi

         2).Etika Humas

      c. Dosen FISIP Universitas 17 Agustus , mengajar mata Kuliah :

          1).Hukum Pers

          2).Publik Relations.

      d.Program Pascasarjana UPN”VETERAN” mengajar mata kuliah Budaya Organisasi,

          Evaluasi Kinerja, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perencanaan Sumber 

          Daya Manusia

      e.FIKOM UNIDA

         1)Pengantar Ilmu Komunikasi

         2).Kewarganegaraan

         3). Pancasila

19. Menjadi Pembicara pada Seminar/Memberi Kuliah Umum dan Moderator dari

      berbagai kegiatan  antara lain materi:

       a.Kepemimpinan

       b.Kepribadian

       c.Komunikasi Politik

       d.Komunikasi Bisnis

       e.Keprotokolan

       f.Etiket

       g.Presenter

 Bentuk penghargaan lain yang diterima antara lain :

1. Sertifikat telah mengukuti penataran tentang “Penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah” dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Lembaga Administrasi Negara pada tahun 1992.

2. Sertifikat Lokakarya “Kurikulum Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi” dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia pada tahun 2003.

3. Sertifikat Kursus Pembinaan Sosial Politik Departemen Dalam Negeri 1985.

4. Kursus Intelejen dari Badan Intelijen Strategis pada tahun 1985.

5. Piagam Penghargaan Partisipasi dan Kerjasamanya dalam Festival “Seni, Adat dan Pariwisata” dari Departemen Pariwisata dan Seni Budaya pada tahun 2000.

6. Sertifikat Seminar Nasional “Konflik dalam Perspektif Multikultural” dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Februari pada tahun 2002.

7. Sertifikat Sarasehan Perencanaan Tata Ruang Kota Jakarta Kota DKI Jakarta pada tahun 1996.

8. Sertifikat konferensi “The Role of Lokal Government In ImpIementaion APEC Declaration” dari International Union of Local Authorities Section pada tahun 1995.

9. Penghargaan atas peran serta dalam kegiata Bhakti Sosial “Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia” dari Kanwil. Depkes DKI Jakarta pada tahun 1992.

10.Penghargaan atas partisipasi pada peringatanhari AIDS Sedunia dari Departmen Sosial Republik Indonesia pada tahun 1996.

11.Penghargaan atas dukungan dan partisipasi dalam rangka turut kegiatan peringatan 50 Tahun Republik Indonesia dari Dewan Harian Angkatan-45 DKI Jakarta pada tahun 1995.

12.Sertifikat “Penataran Pengawasan Melekat Bagi Pejabat Di Lingkungan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta” dari Gubemur Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada tahu 1988.

13.Piagam penghargaan atas partisifasi dan kerja sama dalam PELRA RACE 3 dari Komandan LANTAMAL II pada tahun 1995.

14,Sertifikat tentang “The Second Meeting of the Conference of the Pacific Convention on Biological Diversity dari Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 1995.

15.Sertifikat atas partisipasi dan peran aktif dalam seminar nasional “Peningkatan Upaya Penyalahgunaan Madat” dari Yayasan Bina Remaja dan Badan Kerjasama. Usaha Pembinaan Warga Tama (Bersama) pada tahun 1997.

18119063_1511479795537323_1294569867917453547_n

Why Educate?

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

 

Nam nec tellus a odio tincidunt auctor a ornare odio. Sed non mauris vitae erat cauctor eu in elit. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per Mauris in erat justo.

Our Events

New Students, Welcome!

8 July, 2017

Form Registration

8 Aug, 2017

Project Discussion

10 Aug, 2017

Cycle Racing

20 Aug, 2017

Singing Comptetion

15 Sep, 2017

Graduation Ceremony

11 July, 2018

150

Certified Professor

100

Courses Available

120

Awards Won

500

Placement / Year

Success Stories

Blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident.

Katie Rhodes, 2017

Blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident.

Chester Morton, 2017

Blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident.

Marya Davison, 2015